Friday, 13 February 2015





Ketgam: Rektor UHO Usman Rianse saat memberi pengarahan kepada peserta pelatihan di Gedung Fakultas Farmasi UHO Kendari, Kamis (12/2).

  • Bekali Mahasiswa Baru
Fakultas Farmasi UHO Gelar Pendidikan Karakter 

KENDARI - Sekitar 180 mahasiswa Fakultas Farmasi UHO mengikuti pelatihan pendidikan karakter. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai-nilai yang menjunjung tinggi integritas, kedisiplinan, persatuan dalam rangka pembentukan karakter mahasiswa baru yang bermoral, beretika, cekatan, mandiri, dan bertanggung jawab.
"Sebagai mahasiswa baru di Farmasi, mereka butuh pendidikan karakter, agar mereka tahu harus bagaimana bersikap sebagai mahasiswa. Karena di fakultas ini banyak peraturan yang harus diikuti," ungkap Dekan Fakultas Farmasi UHO, Dr Sahidin, Kamis (12/2) yang berlangsung di Fakultas Farmasi.
Intinya, lanjut dia, pendidikan karakter yang dilaksanakan di fakultas, menekankan peraturan yang ada di lingkup fakultas bisa diikuti. Kegiatan ini juga merupakan lanjutan dari pendidikan karakter dari universitas.
"Di Farmasi sendiri ada beberapa aturan yang wajib diikuti oleh mahasiswa. Dimana, mahasiswanya tidak diperkenankan menggunakan celana levis. Sedangkan untuk mahasiswi harus menggunakan rok," jelas dia.
Pelatihan Pendidikan karakter ini masih dia, berlangsung satu hari. Sehingga, diharapkannya, kegiatan ini benar-benar dimaksimalkan.
Selain menekankan pada pendidikan karakter, terang Sahidin, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat silahturahmi antar mahasiswa maupun dosen yang ada di Fakultas maupun Universitas.
"Diharapkan, setelah mengikuti kegiatan ini maka mahasiswa dapat berubah terutama dalam perilaku. Terlebih lagi perilaku atau sikap seseorang menentukan kesuksesan seseorang sesuai yang dikatakan oleh Rektor UHO," tandasnya. 

Sultra Berupaya Jadi Tuan Rumah HPN

Kendari - Provinsi Sultra akan berupaya menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) yang dilaksanakan setiap tanggal 9 Februari.

"Sepanjang ada dukungan dari pemerintah provinsi dan Persatuan wartawan Indonesia (PWI), saya kira Sultra bisa menjadi tuan rumah HPN di tahun-tahun mendatang," Kata Kepala Biro (Karo) Humas Pemprov Sultra, H Kusnadi di Kendari, Rabu, serangkaian usai menghadiri HPN di Batam, Kepulauan Riau yang dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla (9/2).

Menurut mantan ketua PWI cabang Sultra ini, memang disadari sejak dilaksanakan HPN mulai tahun 1985, Sultra belum perna sekalipun menjadi tuan rumah. Karena itu, dia akan mencari tahu berapa dana besaran yang digunakan ketika dilaksanakan kegiatan pers nasional.

"Kalau untuk fasilitas seperti hotel dan lainnya, Sultra dengan potensi yang dimilikinya sudah mampu menggelar kegiatan nasional khususnya HPN yang selalu dihadiri Presiden dan diikuti wartawan senior dari seluruh Indonesia," ujaranya.

Ditempat yang sama Wakil Ketua PWI bidang Kesejahteraan yang ikut dalam HPN di Batam, Zakaria Sidik menyambut baik pernyataan Karo Humas Provinsi Sultra itu.

Ia berharap rencana untuk menjadikan Sultra sebagai tuan rumah HPN akan terwujud, sebab jika HPN dilaksanakan di Sultra, dapat mendorong kemajuan Sultra dibidang pariwisata dan sektor ekonomi lainnya.

Sebab, kata Zakaria yang juga Kepala Seksi Pemberitaan RRI Kendari itu, bukan hanya pengurus PWI Pusat dan para wartawannya, tapi dihadiri oleh semua wartawan di Indonesia yang memiliki media masing-masing di daerahnya.

"HPN juga menjadi ajang promosi daerah, sebab diliput oleh media yang ada di seluruh Indonesia bahkan ada yang datang dari media luar negeri," ujaranya.

Ia mencontohkan, pada puncak HPN 2015 di Batam yang dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla itu, beberapa perwakilan kantor berita luar negeri yang hadir seperti dari Malaysia, Turki, Singapura, Thailand, Tiongkok, Brunae Darusalam, Vietnam dan sejumlah wartawan asing lainnya.

Wednesday, 11 February 2015

Kendari- Pelaksanaan kegiatan Musrembang kecamatan untuk menyepakati prioritas kegiatan pembangunan diwilayah kecamatan dapat menjadi awal yang baik bagi proses perencanaan secara partisipatif. Dengan adanya semangat untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan pembangunan, maka masyarakat dapat mengalami proses belajar bersama serta memberi umpan balik dan koreksi untuk menyempurnakan mekanisme perencanaan pertisipatif.

Pelaksanaan Musyawara ini turut hadir Ruslan selaku Sekertaris Bappeda kota kendarisekaligus yang membuka Musrembang yang mewakili Kepala Bappeda bersama jajaranya, Abdul Rasak Selaku Ketua DPRD Kota Kendari bersama jajaranya, Muskam Selaku Camat Kendari, Haerudin selaku Kapolsek Kota kendari acara ini diselenggarakan dikantor camat Kendari selas (10/02).

Musyawara ini menghasilkan beberapa kesepakatan yang akan diusulkan diantaranya Rehap jembatan penghubung kelurahan kendari caddi - kampung salo, Normalisasi Kali, Perbaikan Drainase, perbaikan tanggul pantai, pembuatan duiker plat, pembuatan drainase tipe 60, pemasangan pengaman jalan atau ring, pelebaran jalan RE martadinata (poros penghubung kota kendari - Kab Konawe, talund jalan Kel Gunung Jati - kel Saanua, Pembangunan Jalan Lingkar, pembuatan lapangan Bola di gunung Jati, perumahan layak huni dan lain-lain.

Dalam musyawara ini ada beberapa hal yang dipreoritaskan ungkap Ruslan selaku Sekertaris Bappeda musrembang ini hanya bagian dari menjaring aspirasi dari masyarakat nanti dalam pembiayaanya diambil dari APBD Propinsi, dari APBD Kota, APBN, bahkan dari PNPM jadi dokumen itu memang perjalan bersama map, sub dana kebijakan dari pusat dan pemerinta jadi kota itu bagaimana upayanya kepada Rakyat akan tetapi direalisasikan secara bertahap, tetapi tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan tanpa melalui Musrembang apakah itu reses melalui Musrembang akhirnya akan jadi rencana RKPD tahun 2016. Lanjutnya setelah ini rencana kita setelah dua minggu kemudian ada forum SKPD manayang perlu diutamakan apaka dari aspek keamanan, aspek sosial, akses ekonomi dan akses manfaat.

Jadi yang menjadi prioritas kita saat ini misalnya kalau misalanya terjadi longsor maka itu yang harus kita utamakan berarti kita harus buatkan tanggul, kalau banjir berati kita utamakan drainase, melewati kali berarti harus bikin jembatan jadi ini faktor-faktor utama yang menjadi prioritas, ungkapnya".

Pada kesempatan ini Abdul Rasak Selaku Ketua DPRD Kota Kendari menuturkan bahwa Musrembang kecamatan kendari menurut pengamatan kami adalah musrembang yang paling HIU sangat dinamis, karna disini baik pemerintah mulai dari kecamatan, kelurahan kemudian masyarakatnya telah memberikan ide-ide yang profesional dan membanggun. Lanjutnya jadi kami sebagai DPR semua yang disepakati ditingkat kelurahan dan kecamatan kita akan perjuangkan sesuai dengan ketentuan perundang-udangan dan kemampuan keuangan kita dan ini penting dilakukan karena APBD itu intinya adalah pelayanan kepada masyarakat jadi pada saat kita menjalin aspirasi lewat kelurahan dan kecamatan tujuanya adalah melihat kepentingan secara umum masyarakat ini yang akan kita lakukan. Tetapi kita juga akan melihat secara teknis ini nanti dilihat oleh SKPD kemudian penganggaran nati kita bicarakan di DPR, Katanya.

Rasak juga menambahkan saya ingin sampaikan bahwa prioritas yang akan perlu kita perjuangkan adalah jalan yang menhubungkan antara Mesjid Raya menuju ke Matta karna setelah jembatan Bahteramas dilaksanakan dan berfungsi maka mobilitas masyarakat di sini sangat tinggi sekali sehingga ini perlu pemikiran untuk jalan-jalan alternatif dan ini akan menghidupkan kawasan-kawasan pertumbuhan ekonomi baru untuk warga kota kendari tuturnya. (p8)
Kendari- Pemerintah Kota Kendari terus berupaya untuk menurunkan angka kemiskinan dikota Kendari ini, dan menemui hasil maksimal dari tahun ketahun dimana dari data Badan Pusat Statisti telah mencatat penurunan angka kemiskinan sangat signifikan dimana berdasarkan data terakhir yang dipublikasikan 2014 lalu, indeks angka kemiskinan menurun dari 7,46 menjadi 6,40 atau turun 1,06 persen dan indeks keparahan kemiskinan masih berkisar diangka persentase 0.20 yang berarti bahwa indeks keparahan kemiskinan masih tetap sama seperti tahun sebelumnya.

Untuk tahun 2013 bulan September tercatat jumlah penduduk miskin 19,9 dan presentase penduduk miskin mencapai 6,07 persen, di ukur dari garis kemiskinan (Rp/Kap/Bln) tercatat 255,229. Dan untuk data tahun 2014 belum direkap masi menunggu catatan dari tiap kecamatan/kelurahan.

Angka penurunan kemiskinan ini diperkirakan akan terus menurun dithun 2014 dan 2015, Menurut Muhamad Hamsir Majid selaku Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Kota Kendari menuturkan bahwa kami akan terus berusaha menurunkan angka kemiskinan yang ada dikota kendari ini dengan berbagai program dari kementrian. Bantuan tersebut berupa program keluarga harapan (PKH) berupa bantuan pada masyarakat seperti Pendidikan, Kesehatan gratis, program bantuan rumah layak huni dan bantuan UB atau usaha Bersama. Lanjutnya pemerintah Kota juga membuka bursa kerja yang diikuti 31 perusahaan pada tahun 2014 lalu, juga memberikan bantuan 100 Rumah layak huni ini disediakan untuk 260 kepala keluarga untuk para pemulung di TPA puuwatu jadi angka kemiskinan akan terus berkurang, katanya”. Dan masih bayak bantuan-bantuan lainya yang bisa menujang untuk masyarakat yang kurang mampu tuturnya. (p8)
Kendari- Saat ini pemerintah kota sudah melakukan Musrembang di 4 Kecamatan di kota kendari diantaranya Kecamatan Kendari, Kecamatan Kendari Barat, Kec Mandonga dan Kec Kadia. Dari hasil 4 kecamatan yang sudah dilakukan Musrembang memerlukan angaran yang berfariasi, dan ini akan dilakukan di 6 kecamatan lagi yang tersisa untuk melakukan Musrembang ungkap Abdul Rasak Selaku Ketua DPRD Kota Kendari yang ditemui usai menghadiri Musrembang di Kec Kadia Rabu (11/02). Lanjutnya Setelah kita lihat angaran musrembang ini disetiap kecamatan yang sudah kita lakukan Musrembang sangat berfariasi Mulai dari kecamatan Kendari, Kec Kendari Barat, Kec Mandongga, dan Kec Kadia yang baru selesai dilakukan musrembang.

Rasak juga menambahkan "Jadi musrembang ini menjadi asas-asas prioritas penganggaran setelah melihat fakta-fakta dilapangan, kalau saya lihat untuk usulan penganggaran di Kecamatan kadia ini cukup besar dimana yang dianggarkan untuk kecamatan Kadia 15 miliar untuk anggaran Jalan, Darinase, Puskesmas, dan perbaikan sekolah-sekolah. Kemudian Kec mandonga 15 juga namun masuk dalam jalan pasar baru ke Swiss Bell Hotel tapi kalau dari sisi penyebaranya lebih bagus penyebaran dikecamatan Kadia ini namun ini program pemerintah semua demi kepentingan kita bersama. Jadi olehnya itu bagi kecamatan-kecamatan yang anggaranya masih dibawah mudah-mudahan kedepan akan kita masukan lagi sehingga terjadi pemerataan pembanggunan jadi pelaksanaan musrembang ini akan dilakukan di 10 kecamatan 64 kelurahan di Kota Kendari ini dan Musrembang yang dilakukan ini untuk perencanaan anggaran 2016 kurang lebih 15 miliar yang direlokasikan di kecamatan kadia dan kecamatan Mandongga. Jadi kami sebagai DPR semua yang disepakati ditingkat kelurahan dan kecamatan kita akan perjuangkan sesuai dengan ketentuan perundang-udangan dan kemampuan keuangan kita dan ini penting dilakukan karena APBD itu intinya adalah pelayanan kepada masyarakat jadi pada saat kita menjalin aspirasi lewat kelurahan dan kecamatan tujuanya adalah melihat kepentingan secara umum masyarakat ini yang akan kita lakukan, tetapi kita juga akan melihat secara teknis ini nanti dilihat oleh SKPD kemudian penganggaran nati kita bicarakan di DPR, Katanya".(p8)

Tuesday, 27 January 2015

Kendari- Sweeping TV Angkutan Kota Kendari Terkait dengan banyaknya laporan dari masyarakat terkait tindakan-tindak sopir yang semena-mena dilapangan menuntut kita untuk turun kejalan menertibkan sopir-sopir angkot dikota kendari ini. 

Menurut I.B. Sudirga Selaku Kast Lantas Kota Kendari yang ditemui di pelataran MTQ saat sedang Memantau operasi Suiping Angkutan Kota Selasa (27/01) menuturkan Bahwa penertiban ini sudah dimulai dari hari sabtu kemarin dengan semua rute angkot dikota kendari ini di tertibkan. Jadi pernertiban kali ini kita fokuskan pada kendaraan angkot yang mempunyai Tv dan Surat Ijin Mengemidi, kenapa kita memfokuskan pada angkot yang mempunya Tv dan SIM ini karena banyaknya laporan masyarakat bahwa supir angkot memutar film porno di mobil angkot mereka dan ini suatu pelangaran disamping keselamatan jaga melangar undang-undang tentang porno grafi.

Lanjutnya "Jadi Setiap Angkot kita periksa dan melarang supir untuk tidak memasang Tv didepan melainkan dibelakang supir, kenapa kita instruksikan begitu sebab akan mengaggu konsentrasi supir dimana kalau TVnya didepan pasti supir juga sedikit-sedikit pasti menonton juga jadi ini akan mengancam keselamatan penumpangnya jadi alangka baiknya TVnya disimpan dibelakang supir katanya."

Sudirga juga menambahkan jadi setiap angkot yang mempunya TV didepan kita tahan dan menginstruksikan kepada pemilik agar memindahkanya keblakang baru kita beri ijin jalan jadi selama pemilik mobil tidak memindahkan TVnya keblakang supir maka kita tahan kami tidak beri ijin jalan jadi langsung dipindahkan dilapangan, lain hal dengan supir yang tidak mempunyai ijin mengemudi (SIM) maka kita tilang tuturnya. (p8)
Banyaknya keluhan masyarakat tentang badan jalan didepan lippo selalu dipenuhi kendaraan dan banyaknya kendaraan yang memotong jalan masuk lipo di samping lampu merah selalu membuat kemacetan arus lalu lintas. Meyikapi kejadian dan keluhan masyarakat ini Dinas perhubungan turun langsung kelapangan untuk menutaskan permasalahan arus lalu lintas ini bersama dengan Kasat Lantas, dan pihak lippo langsung memantau arus kendaraan yang keluar masuk dalam lippo selas (27/01).

Menurut Riris selaku Fainal Menejer menuturkan Kami akan selalu mengintruksikan kepada para pengunjung kami agar selalu parkir dalam area parkiran kami di dalam lippo, dimana area parkir kami cukup luas untuk kendaraan roda dua bisa menampung 375 kendaraan, dan untuk roda empat bisa memuat kurang lebih 250 kendaraan, Lanjutnya kami juga dari pihak lippo selalu menginstruksikan untuk tidak menparkir motor dan mobilnya dipinggir jalan karena ini akan menyebabkan macetnya arus lalu lintas katanya, namun kesadaranya pengendara itu sendiri dan tentang yang memotong jalan masuk kelippo ini kita akan benahi kembali jadi kita akan menambahkan memasang pembatas jalan kurang lebih 30 meter lagi jadi yang masuk lippo tiodak langsung memotong dilampu merah ini tuturnya.

Sedangkan menurut Sjaris Sajang menuturkan bahwa kami sudah mebahas tentang permasalahan arus jalan ini dengan pihak lippo agar ini dibenahi kembali supaya manajemen lalu lintas tidak terjadi kemacetan dan penumpukan kendaraan disamping badan jalan, dan kami sudah menginstruksikan untuk memasang esparator pembatas jalan. Lanjutnya jadi yang perlu dipasang pembatas ini kurang lebih 30 meter lagi yang menuju lampu merah supaya kendaraan tidak memotong jalan disamping lampu merah ini dan kami juga suda memberi kelongaran waktu untuk pihak lippo untuk mengatasi masalah jadi kami memberi waktu paling lambat 1 bulan untuk mengatasi masalah ini, dan untuk kendaraan yang parkir didepan lippo terutama dipinggir badan jalan kami sudah kejasama dengan pihak kepolisian jadi akan ditilang langsung oleh pihak kepolisian tuturnya.