Monday, 16 February 2015



Abdul Hakim/Rakyat Sultra


Ketgam: Sjarif Sjang

Tarif Taksi Belu Direvisi

Kendari- Suda hampir satu bulan pasca penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, tarif taksi belum juga mengalami perubahan. Padahal, tarif angkutan umum justru sudah dua kali mengalami revisi.

Hal ini tentu sangat tidak sebanding dengan kondisi pada saat kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu. Empat pemilik perusahaan taksi yang beroperasi di kota kendari ini langsung mendatangi kantor Dinas Perhubungan dan menyodorkan surat permohonan penyesuaian tarif. Kini dengan penurunan harga BBM ini, mereka diam saja.

Wakil Wali Kota Kendari, Musadar Mappasomba sempat menyinggung hal tersebut dalam pertemuan dengan sejumlah pihak saat membahas revisi tarif Angkot beberapa minggu lalu. Menurutnya, penyesuaian itu harus pula terjadi pada tarif taksi. Sebab tarif angkutan modern tersebut sempat naik mengikuti kenaikan harga BBM. "Setelah kita memutuskan tarif Angkot ini, kita masih punya tugas yang sama yakni penyesuaian tarif taksi. Jangan ada pengusaha yang pura-pura lupa dengan ini. Karena saya ingat betul saat kenaikan BBM yang lalu ada putusan kita soal kenaikan tarif taxi itu," ungkapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kendari, Sjarif Sjang yang ditemui dikantor walikota (16/02) menyampaikan hingga saat ini belum ada surat permohonan dari pihak pengusaha untuk penyesuaian tarif taksi. "Tapi tetap ada penyesuaian. Kita sudah kirim surat edaran agar mereka masukkan usulan perubahan tarif, setelah itu baru kita putuskan," ujarnya.

Lanjutnya Sampai saat ini surat yang kami kirimkan belum juga ada balasan, namun kami akan tetap tidak lanjuti ini tidak bisa dibiarkan, sudah kurang lebih Satu minggu kita kirimkan surat namun sampai saat ini belum juga ada balasan mengenai tarif taksi yang mereka usulkan untuk diputuskan.

Jadi kami akan kordinasi lagi secepatnya untuk usulan penurunan tarif ini, jadi tarif taksi saat ini masi tetap argometer taksi saat ini, Rp 7000 saat membuka pintu, tarif perkilometer Rp 6000 dan biaya tunggu Rp 35 ribu, namun kami tidak akan biarkan masalah ini berlarut-larut, secepatnay kami akan tindak lanjuti ungkapnya". (p8)


Sunday, 15 February 2015



Abdul Hakim/Rakyet Sultra




Ketgam: Wakil Wali Kota Kendari Musadar Mappasomba saling tukar cinderamata dengan Wakil Bupati Madiun Siswanto

TPA Kota Kendari Jadi Contoh Nasional

Kendari- Pemerinta Kota Kendari lagi-lagi menjadi contoh bagi kabupaten kota yang ada di Indonesia ini, terpilihnya kota kendari menjadi contoh dikarenakan atas pencapaian meraih Adipura Kencana, kali ini yang melakukan studi banbding di kota kendari adalah Kabupaten Madiun, yang menghadiri Studi Banding sekaligus melakukan kunjungan silahtuhrahim yang di pimpin langsung oleh Wakil Bupati Madiun bersama jajaranya guna mempelajari dan mencontoh pembanggunan di Kota Kendari ini.
Dalam pertemuan ini juga pemerintah kota kendari dan kabupaten madiun saling bertukar cindramata guna untuk mempererat hubungan talih silahtuhrahim antara Kota Kendari dengan Kabupaten Madiun.
Kunjungan Studi Banding sekaligus Silaturahim Kabupaten Madium disbut baik oleh Wakil Wali Kota Kendari Musadar Mappasomba bersama jajaranya yang bertempat digedung Pola kantor Walikota jumat (13/02).
Dalam kunjungan ini pemerintah Kabupaten Madiun ingin meninjau beberapa tempat dikota kendari yang patut di jadikan contoh untuk Daerah kami seperti TPA, Perumahan Layak Huni, Pasar Kaki Lima, dan Pasar sentral Kota, Ungkap" Siswanto selaku Wakil Bupati Madiun.
kunjungan kami kali ini dalam rangka untuk meraih adipura kencana salah satu kriteria persyaratan untuk meraih Adipurah Kencana ini bahwa sampah harus bagus sehingga pada saat itu pemerintah pusat menyarankan agar melakukan studi banding di kota kendari ini karena menjadi percontoha Nasional, katanya".
Jadi karena Kota Kendari menjadi percontohan Nasional maka kami mengharapkan dapat mengambil pelajaran dan ilmu yang bisa kami terapkan di kabupaten Madiun, yang akan kami pelajari disini mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengangaran dan lain-lain yang patut dijadikan contoh untuk diterapkan di Daerah kami.
Siswanto menambahkan salah satunya adalah pemanfaatan sampah yang menjadi biogas ini luar biasa ini yang patut dicontoh, untuk di Daerah kami Madiun pengolahan sampanya masih mengunakan kontrolenfil dalam hal ini masih dibuang dan ditimbun dalam tanah jadi kami belum bisa memanfaatkan sampah menjadi Biogas seperti halnya di Kota Kendari ini.
kalau dibandingkan dengan kendari ini, daerah kami kecil dibanding kota kendari ini jadi masalah sampah ini yang menjadi kendalah untuk daerah kami jadi dengan Studi Banding ini kita bisa contoh pembangunan-pembangunan di Kota Kendari ini tuturnya. (p8)


Abdul Hakim/Rakyat Sultra

Ketgam: Tampak Walikota Kendari Ir Asrun bersama Jajaranya bersama Wakil Bupati Madiun Siswanto Bersama Jajaranya

Kab Madiun Contoh TPA Kota Kendari

Kendari - Pemerintah Kota Kendari memperkenalakan lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampa kepada Rombongan Kab Madiun yang melakukan studi bading di kota kendari ini yang berada di kelurahan puuwatu kota kendari jumat (13/02).
Dalam kunjungan ini saya sangat mengagumi TPA yang dibangun di Kota Kendari ini, terus terang saja dari awal kita termotifasi melakukan Studi Banding di Kota Kendari ini ada informasi dari pemerintah pusat di jakarta, ternyata saya melihat langsung dilapangan saya sangat kagum dengan pembanggunan TPA di Kota Kendari ini, ungkap" Siswanto selaku Wakil Bupati Madiun.
Lanjutnya dimana yang namanya TPA sangat sensitif dengan bau, kotor, dan Lalat namun setelah saya lihat langsung sangat berbeda jauh dengan pemikiran saya, ternyata disini tidak ada bauh sama sekali, tidak juga kotor malahan bersih sekali dan tidak ada lalat bahkan kita semua makan sianbg disini di TPA ini, "saya sangat kagum dengan pengolahan sampah disini" katanya.
jadi saat ini saya banyak mempelajari dan banyak mendapatkan pengetahuan, pengalaman, yang bisah ditimbah setelah saya melihat langsung TPA yang ada di Kota Kendari ini.
jadi sepulang kami disini kami akan mencobah membagun TPA di daerah kami karena apapun ini adalah menjadi contoh kongkrit, imlementasi secara nyata yang bisa diaplikasikan di daerah kami, jadi kami akan berusaha nanti mencontoh apa yang sudah kami lihat dan pelajari disini.
yang menjadi kendala kami disana adalah lahan karena di jawa ini kami masih relatif sulit karena salah sedikit kita bermasalah dengan masyarakat karena penduduk disana sangatlah padat, enaknya disini karena masih banyak lahan yang kosong untuk digunakan pembanggunan infrastruktur seperti TPA ini.
Namun kami memiliki 6 hektar lahan ini mungkin secara miniatur kita bisa implementasikan menjadi TPA, jadi saat ini kami juga akan mengunjungi Pasar Kaki Lima juga Pasar sentral kota yang menjadi aikon dikota kendari ini tuturnya. (p8)

Saturday, 14 February 2015



Abdul Hakim/Rakyat Sultra


Ketgam: Tampak Prof. Chris evenbergen, Mr Robert Van Derhoff , Dr Rianti Djalante dan Dr Farida Agustina yang telah memimpin rapat pertemuan Green City Tecnical Assistance

Green City Tecnical Assistance
*Learning Adn Action Alliance

Kendari- Menghadapi Musim hujan pemerintah kota kendari mengadakan Green City Tecnical Assistance dalam rangka membantu Green City Tecnical Assistance kota hijau untuk maslah air karena masalah air sekarang sangat penting sekali untuk mengantisipasi banjir, erosi, gempa dan lain sebagainya.
Dalam pertemuan ini turut hadir Prof. Chris evenbergen selaku Wakil Unisko IHE Belanda Universitas Belanda salah satu utusan PBB, Mr Robert Van Derhoff selaku ketua tim green city tecnical essistance dari ADB Kota Kendari, Dr Rianti Djalante dan Dr Farida Agustina selaku Kepala Bidang Bappeda Kota Kendari, pertemuan ini diselengarakan di Hotel Claron (13/02).
Menurut Mr Robert Van Derhoff selaku ketua tim green city tecnical essistance dari ADB Kota Kendari menuturkan pertemuan ini adalah suatu proses bantuan teknis, dari sebua proses ini kita akan ada serangkaian pertemuan setiap saat dan saat ini sudah pertemuan yang ketiga kalinya.
Lanjutnya jadi tujuan pertemuan ketiga ini adalah melihat dimana lokasi atau pun jenis kegiatan yang dijadikan sebagai sebua projek dari proses bantuan teknis ini untuk menujukan hasil apa yang bisa kita perlihatkan dalam waktu sekarang ini
jadi kita suda secara konsesus meyetujui salah satu projek yang akan dilakkan dilapangan, jadi seterusnya kita akan adakan pertemuan bulan maret untuk menetukan titik yang secara detail kemudian rencana detail desainya ini yang akan kita lakukan selanjutnya.
jadi kita tadi sepakati bahwa pengembangan daerah mangrof yang ada di teluk kendari ini yang akan kita laksanakan kemudian ada satu titik di kali wanggu yang mungkin kita adakan untuk desainya
Bappeda Kerja sama ini dimulainya pada saat tahun kemarin dan dilanjutkan sekarang ini dan muda-mudahan proses ini kami selesaikan pada bulan juni untk pembuatan dan ini akan selesai dan itu akan tetap berkelanjutan secara menyeluruh.
sekarang untuk gern city ada delapan tahapan yang harus kita lalui dan alhamdulilah kita sudah melakukan 4 tahapan mulai dari internalisasi dari pokja itu sendiri, pembentukan pokja kemudian melakukan pemetaan-pemetaan mengenai program itu sendiri kemudian membuat pernyataan kepada sifat terukur kemudian dari itu dalagi profil kota kemudian 4 tahapan ini kami lali dan segerah kita selesaikan di pertengahan bulan februari ini diminggu ketiga kemudian kami akan melakukan iternalisasi kembali untuk mkemanggil pokja dalam rangka melengkapi data-datauntuk pembuatan profil kota dalam skotnya gren city.
untuk SK walikota suda adah untuk SK gren city dan sekarang dalam tahapan masi menunggu pak walikota Kendari jadi beliau tinggal menandatangani sebagai dukungan legalitas .
harapan kedepanya untuk percepatan gren city ini nati dalam tahapan2 untuk dipercepat kemudian jangka pendeknya apa, jangka menengahnya apa, dan janka panjangnya apa kemudian itu dibagi step by step. (p8)