Tuesday, 3 March 2015



Abdul Hakim/Rakyat Sultra


Ketgam: Nahwa Umar

Dispenda Tinjau Kembali NJOP 

Kendari- Dispenda Kota Kendari melakukan sosislisasi PBB Perkotaan dan Pedesaan di Kecamatan sekota kendari guna untuk meninjau kembali NJOP di lorong-lorong yang ada di kota kendari.
KENDARI - Dinas pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Kendari sejak akhir  bulan Februari lalu turun ke masyarakat untuk melakukan perbaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Hal itu untuk menindak lanjuti hasil evaluasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2014 lalu, utamanya NJOP di lorong-lorong akan ditinjau kembali, ungkap Nahwa Umar selaku Kepala Dinas Pendapatan Daerah yang ditemui (02/03).
"kita akan tinjau kembali NJOP dilorong-lorong , Kita sudah ada draf dan meskipun kita sudah turunkan namun kita tetap minta masukan dari RT / RW, tokoh masyarakat maupun lurah sesuai arahan dari walikota, “unkap Nahwa
Lanjut Nahwa terkait dengan perbaikan NJOP itu, pihaknya sudah melakukan sosialisasi di  enam Kecamatan dari 10 kecamatan yang ada di Kota Kendari. Di tiap kecamatan,  Dispenda menyerahkan sejumlah dokumen kepada camat, lurah RT dan RW untuk memberikan masukan atau perbaikan terhadap NJOP yang ada saat ini.
Nahwa juga menambahkan Dari perbaikan itu dispenda menargetkan para lurah menyerahkan hasil perbaikan sebelum pertengahan Maret, karena rencananya pencetakan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) akan dicetak petengahan Maret ini, tuturnya. (p8)

Monday, 2 March 2015



Abdul Hakim/Rakyat Sultra

Tarif Taksi Direfisi

Kendari- Pemerinta Kota Kendari Hari ini merefisi tarif angkutan Taksi, dalam pembahasan penurunan tarif ini di hadiri oleh Sekda Kota Kendari Alamsyah Latunani selaku yang mewakili Wali Kota Dan Wakil Walikota Kendari, Sjarif Sajang selaku Kepala Dinas Perhubungan, Organda, 4 Perusahaan Taksi, Kasat Lantas, dan yang mewakili Masyarakat.
Dalam pertemuan ini membahas tentang penurunan terif angkutan Taksi, dimana sebelumnya naik berfsamaan dengan kenaikan harga BBM, dan hari ini membahas penurunan tarif yang juga bersamaan dengan penurunan harga BBM.
Pada kesempatan ini Alamsyah Latunani selaku Sekertaris Daerah Kota kendari sekaligus yang memimpin rapat menuturkan penurunan tarif taksi haruslah turun ini dikarenakan harga BBM dimana juga ikut turun, ungkqapnya".
dari dinas Perhubungan Sjarif Sajang selaku kepala dinas perhubungan mengajukan untuk tarif taksi yang baru di bagi dua diama yang pertama tarif taksi Atas dimana disebut tarif taksi atas umur taksi masih dibawah lima tahun atau taksi baru, sedangkan untuk tarif taksi bawa diman taksi tersebut sudah berumur diatas lima tahun,
"jadi kita bedakan tarif Atas dan Tarif Bawah ini kita pertimbangkan dengan faktor kenyamanan, kalau taksinya baru pastinya mobilnya nyaman sedangkan kalau mobilnya sudah tua kenyamanan mobilnya juga kurang jadi kita bedakan, "ungkap Sjarif
Lanjutnya jadi untuk tarif yang baru kita sudah putuskan dan sudah disepakati semua pihak dimana tarif taksi Atas untuk tarif buka pintu 7.000 rupiah, tarif per kilometer 6.000 rupiah dan tarif tunggu 35.000 rupiah perjam, untuk terif taksi bawah, tarif buka pintu 6.000 rupiah, tarif perkolometer 6.000 rupiah dan untuk tarif tunggu 35.000 rupiah.
Sjarif menambahkan kita menyepakati tarif ini atas berbagai pertimbangan diantaranya pertimbangan para taksi dimana dengan adanya penurunan tarif ini pihak perusaahn taksi harus mebeli cip di jakarta sana guna menyetel ulang argo taksinya, dan satu cip seharga 150 000 rupiah jadi saya rasa ini sudah tarif yang pas untuk taksi, dan tidak ada yang merasa dirugikan untuk hal ini ungkapnya. (p8)
Abdul Hakim/Rakyat sultra

Pemkot Bentuk Dua Perda

Kendari-
Pemerintah Kota Kendari membuat dua perda baru baru guna menjaga ketertiban dan keamanan serta kebersihan Kota Kendari, Pembentukan Perda ini berkaitan dengan kurangnya kesadaran masyarakat akan Kebersihan, ketertiban dan keamanan terhadap lingkungan dan masyarakat Kota Kendari.
Jadi pemerintah Kota Kendari sudah membuat Perda Baru dan ini sudah di SK kan oleh DPRD dan Walikota Kendari dimana Perda yang dibentuk ada Dua Perda yang pertama Kebersihan Kota dan yang kedua Ketertiban dan Keamanan, "Unkap Alamsyah Latunani selaku Sekertaris Daerah Kota Kendari yang ditemui dikantornya (02/03).
Lanjutnya Pembentukan Perda Kebersihan, ketertiban dan keamanan Kota Kendari guna apabila ada hal-hal yang menimbulkan ketidak nyamanan masyarakat maka akan kita tertibkan dalam tahap sosialisasi.
Seperti halnya juga dengan kebersihan, seperti halnya kepada masyarakat kita yang membuang sampah disembarang tempat atau dikali dan dilaut ini bisa dikenakan sangsi dan sangsinya berupa sangsi sosial dan bisa juga hukum tergantung pelangaranya.
Jadi dengan adanya Perda ini masyarakat tidak bisah lagi membuang sampah disembarangan tempat dan lebih meninkatkan ketertiban dan keamanan di lingkup masing-masing.
Saya juga berharap dengan adanya perda ini  masyarakat bisa kerja sama dengan pemerinta guna mewujudkan kota kendari yang bersi, tertib dan aman sesuai dengan Visi Misi kota Kendari ini. (p8)


Abdul Hakim/Rakyat Sultra

*Pemkot Upayakan Perlindungan Anak

*Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang kini gencar mengasosiasikan progrm Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI)

Kendari- Pemerintah Kota Kendari kembali meningkatkanan kinerjanya dengan  perencanaan berbagai program kegiatan, seperti Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang kini gencar mengasosiasikan progrm Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI).  Kegiatan yang baru akan dimulai tahun 2015 ini merupakan kegiatan kerjasama antara DInas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan Anak dibawah umur ungkap Siti Ganef selaku Kepala Badan Pemberdaya Perempuan dan Perlidungan Anak.
                "Untuk tahun ini kami punya program yang namanya APSAI. Program ini diharapkan dapat meningkatkan perlindungan terhadap pekerja anak dibawah umur, baik dari wilayah kerja formal dan nonformal." ujarn Ibu Ganef
Lebih lanjut, Program ini adalah bentuk upaya yang kami lakukan dalam usaha peningkatan kinerja. Program APSAI ini memang program yang baru akan dilaksanakan tetapi tidak berarti program perlindungan anak seperti ini baru kami canangkan. Sebelumnya telah ada program lain. Seperti program " Bunda Menyapa"  yang tentu saja membuahkan hasil yang cukup signifikan. Baru setahun peningkatannya sudah mencapai angka 20-30%.  
Dalam pelaksanaannya nanti, APSAI akan dikerjakan oleh banyak pihak terkait, Seperti  dinas kesehatan, dinsosnakertrans  tenaga kerja dan perusahaan yang mempekerjakan anak dibawah umur, disperindag perdagangan atau usaha yang dilakukan oleh orang tua si anak,
Jadi prongram ini nantinya akan menjadi tanggung jawab kita semua pihak ,guna mengantisipasi adanya kekerasan terhadap anak, memperkerjakan anak di bawah umur yang tidak sesuai dengan kemampuan anak, dan bagaimana memberikan perlindungan kepada anak. (p8)

Thursday, 26 February 2015

Abdul Hakim/RAkyat Sultra

Kota Kendari Layak Jadi Kota Layak Huni

Kendari- Mentri Pemberdaya Perempuan dan Perlindungan Anak hari ini menijau beberapa lokasi yang ada di kota kendari, seperti Puskesmas Poasia, Pasar kaki Lima, Pasar Sentaral Kota dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.
Dalam kunjungan ini Mentri Pemberdaya Perempuan dan Perlindungan Anak disambut baik oleh Walikota Kendari bersama jajaranya, guna untuk mengenal dan meninjau keberhasilan yang sudah diraih kota kendari ini.
Walikota Kendari Asrun menyambut baik kedatangan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Yohana Yembise di Kota Kendari ini. Pasalnya penandatanganan MOU tentang Kampung Layak Anak (KLA) dan pengukuhan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) yang dipusatkan di Kota Kendari suatu kehormatan yang tak terhingga.
"Bukan hanya pasar tradisional, kampung energi dan perumahan serta puskesmas yang kami suda perkenalkan tetapi beberapa hal lain yang nantinya dapat memberikan inspirasi warga Kota Kendari semakin kreatif khususnya kaum perempuan," kata Asrun, Rabu (26/2) di ruang kerjanya.
Menurut Asrun, pemerintah Kota Kendari cukup memberikan perhatian yang tinggi terhadap pemberdayaan perempuan. Hal itu dibuktikan dengan beberapa jabatan di Kendari yang dipegang oleh kaum hawa ini.
"Kita berharap ibu menteri memberikan inspirasi lagi bagi kaum perempuan Kota Kendari, agar ke depannya lebih kreatif yang dapat menunjang kelangsungan pembangunan disini,"ujar Asrun.
Pada kesempatan ini Yohana Yambise selaku Mentri Pemberdaya Perempuan dan Perlindungan Anak menuturkan sangat mengagumi pembangunan yang ada dikota kendari ini, pasalnya kita tidak perlu lagi jauh-jauh ke Australia sebab pembangunan di kota kendari ini sama dengan pembagunan yang ada di australia seperti pasar sentral dan pasar kaki lima.
"Baru kali ini saya datang ke kendari, rasanya senang sekali karena sebelumnya hanya mendengar nama kota ini. setelah melihat keadaan di pasar ini saya langsung teringat pas kuliah di Australia dulu karena di sana kan ada pasar dismarket dan semasa kulia dulu saya sering berbelanja ditempat itu dan saya pikir di Indonesia tidak ada, ternyata di Kendari pun ada," ujar Menteri PP dan PA, Yohana Yembise.
Lanjutnya, saat ini kita kan sedang membangun kabupaten kota layak anak dimana di dalamnya terdapat rumah sakit layak anak, sekolah layak anak dan masih banyak yang akan direncanakan kementeriaan kedepannya. 'Kami punya perhatiaan serius terhadap anak, apalagi saat ini tengah marak pelecehan anak dibawah umur dan hal ini yang menjadi perhatian serius kami. Maka dari itu disetiap provinsi maupun kabupaten kota harus ada Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak agar bila ada kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat dilaporkan ke PP dan PA," paparnya. (p8)
Abdul Hakim/Rakyat Sultra

Puskesmas Poasia Jadi Percontohan Nasional

Kendari- Mentri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (PPPA) Indonesia Yohana Yambise mengatakan puskesmas Poasia Kota kendari dapat menjadi model pembangunan puskesmas ramah anak tinggkat Nasional.
"Saya sudah amati semua ruangan,sehingga pantas puskesmas ini menyandang status puskesmas ramah anak, memang masi ada sedikit yag perlu dibenahi namun sesuatu yang wajar" ungkapnya.
oleh karena itu bagi daerah-daerah khusunya di kawasan Indonesia Timur dapat mencontoh atau melakukan studi banding pengelolaan npuskesmas Poasia ini, yang ada di kota kenbdari ini.
Pengelolaan Puskesmas rama anak ini mengandung nilai tinggi untuk menjawab trauma publik bahwa rumasakit atau puskesmas bukan hanya tempat bagi orang yang sakit atau anak-anak yang sakit akan tetapi akan menjadi tempat refresingya buat anak-anak untuk tidak takut akan namanya rumah sakit.
artinya konsep rama anak yang menyajikan teman bermain atau tempat belajar untuk bersimulasi berdampak positif bagi keluarga agar tidak segan atau takut kepuskesmas dan rumah sakit. (p8)

Tuesday, 24 February 2015



Abdul Hakim/Rakyat Sultra


Ketgam: Pembenahan pelataran MTQ Kota Kendari

Usulkan Penambahan Exkapator Anfibi

Kendari- Terkait dengan Usulan Ketua DPRD Kota Kendari tentang penambahan Exkapator Anfibi dan penambahan air denagan folume yang besar, sqangat disambut baik kepala dinas Kebersihan guna mempermudah mengantisipasi sampah yang ada dikota kendari ini.
jadi exkapator Anfibi ini bisa digunakan untuk membersikan didarat dan di air seperti kali dan juga muara yang ada dikota kendari ini,"ungkap Tin Farida Selaku Kepala Dinas Kebersihan Kota Kendari (23/02).
Lanjutnya jadi kalau ditambah lagi exkapator Anfibi inisangat membantu untuk dinas kebersihan sebab dikota kendari ini dikelilingi kali yang besar yang berhubungan langsung dengan dengan laut, jadi kita bersikan kali dengan laut menggunakan exkapator Anfibi ini.
begitu juga dengan penambahan air dengan folume yang besar ini akan sangat-sangat membantu untuk menangani genangan-genangan yang ada selama ini, jadi saluran yang tidak mampu menampung debit air yang tinggi, jadi dengan adanya penambahan air dengan folume yang besar dapat mengantisipasi masalah-masalah ghenangan air ini. (p8)